Wali Murid Keluhkan Rek PIP SMP Anaknya Di Samarang Garut Masih Ditahan, Sekolah Sebut “Hanya Bentuk Kesalahpahaman”

Publika Todays.com|Garut- Orang tua siswa kelas 9 di SMP Swasta Qurota Aa’yun, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut mengeluhkan tentang adanya sebuah penyimpanan buku rekening Program Indonesia Pintar (PIP) milik anaknya di sekolah.

Selain itu, orang tua siswa juga menyampaikan keluhan, bahwa pernah menerima bantuan PIP namun hanya sebesar Rp 150.000 tanpa pemberitahuan sebelumnya dari jumlah yang seharus nya yakni Rp 750.000 dan sempat memoto nya sebelum di serah kan ke pihak sekolah.

“Muhun basa kamari kan pun anak bade daftar ka SMK, saur na ke we pami kenaikan di candak na, da sadayana dugi ka kls 9, ayeuna murangkalih kls 9 Bade kaluar ongkoh, tah kenging namah pas awal kls 9 semester 1, 150 tanpa pemberitahuan awal na, abi jadi bertanya tanya bilih lebet kana aspirasi,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya dalam bahasa Sunda pada Sabtu (09/05/2026).

 

Dalam hal ini, orang tua siswa tersebut menambahkan bahwa saat ini buku rekening sangat di butuhkan karena anaknya akan mendaftar ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan membutuhkan bukti administrasi terkait bantuan PIP yang pernah di terima anak nya.

 

Kepala Sekolah SMP Qurota Aa’yun menjelaskan bahwa mengenai buku rekening yang diduga ditahan sekolah merupakan bentuk kesalahpahaman. Pihak sekolah juga menyatakan diri terbuka untuk melakukan koordinasi jika ada keluhan dari orang tua siswa terkait hal ini.

“Kalo bicara tentang buku rekening, seumpamanya di bangun komunikasi yang bagus dan ada laporan, pasti lah pak Nurul bakal memberikan nya, karena itu terjadi bukan pada siswa tersebut saja, sebelum nya juga banyak, ini seperti nya kesalah pahaman,” ungkap kepala sekolah, Rabu (20/05/2026)

 

Operator sekolah, Nurul Hasan, juga memberikan klarifikasi terkait buku rekening ketika dikonfirmasi, “memang buku rekening itu suka di kumpulkan pada saya, cuman kalo misal kan pencairan suka di kasihkan sama orang tua masing masing pa, sekarang buku rekening sudah tidak ada lagi pada saya, malahan yang sekarang kelas sembilan kan baru ada pencairan, nah buku nya suka langsung saya kasihkan ke orang tua masing masing,” jelasnya.

Dalam hal ini, harapan pihak sekolah yakni  adanya komunikasi yang baik dengan orang tua siswa untuk menyelesaikan masalah yang muncul, namun hal itu sudah di lakukan pihak orang tua siswa sebelum muncul nya statemen dari sekolah tersebut.

 

Menurut sumber, ada 121 siswa yang akan di terima siswa dalam program pip untuk kelas 9 di SMP Qurota Aa’yun tersebut, namun dalam pencairan nya meski menunggu intruksi dari pihak bank, ” sekarang itu ada 100 lebih pak, dan belum di jadwal kan, karena pihak bank dan  Qurota A’ayun sudah ada komitmen pak, untuk pencairan nya satu hari itu 40 siswa pak, ia betul pak ada 121 kelas 9″, tambah nya, Rabu (20/05/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *