Minahasa Selatan-Publikatodays. – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Desa Ongkaw II, Kecamatan Sinonsayang diduga kuat mengabaikan aturan teknis dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Pasalnya, bangunan “mega” yang merupakan program unggulan Pemerintah Pusat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming itu diduga berdiri di atas akses jalan desa atau “dernase”.
Informasi ini terungkap setelah awak media melakukan konfirmasi ke Hukum Tua Desa Ongkaw II, Donald Wuengow, Selasa (28/07/2026).
”Tidak ada musyawarah dengan Pemerintah Desa. Dernase itu ketika dipasang patok, ternyata masuk di dalam gedung. Diukur bagian tidak cukup, lalu oleh pekerja disorong lagi 30 meter karena katanya kurang. Jadi dernase ada di dalam,” ungkap Hukum Tua Donald.
Lebih lanjut, Hukum Tua menegaskan bahwa sebelum kegiatan dimulai, tidak ada pengukuran terlebih dahulu.
”Ini pembangunan Pemerintah Pusat. Sudah menggunakan fasilitas aset desa, fasilitas umum,” tegasnya.
Dampaknya langsung dirasakan warga. Saat hujan lebat, air banjir mengalir ke arah gereja dan ke rumah warga yang berada di samping bangunan Gerai KDKMP.
Djoni Oroh, warga Ongkaw II mengatakan masyarakat sebenarnya mendukung program pemerintah.
”Kami senang ada pemerintah punya. Masyarakat sudah berkorban untuk pelebaran jalan. Kami sangat setuju dengan program ini, cuma pembangunannya tidak masuk di target karena berdiri di dernase,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Debby Lumenta.
”Pembangunan sudah lewat dernase. Kalau musim hujan, di halaman rumah kami berkolam, tergenang air. Air turun dari dernase belakang jadi rumah kami tergenang. Rumah kami tinggi jadi tidak masuk ke dalam, tapi takutnya kesehatan kami terganggu akibat air hujan yang tergenang,” ungkapnya.
Dorce Oroh juga mempertanyakan nasib akses air.
”Kami dengar pemerintah mau usahakan buatkan dernase. Kenapa mau pele? Kalau hujan lebat air tergenang ke halaman rumah kami,” singkatnya.
Hingga berita ini ditayangkan, media mencoba mengkonfirmasi Ketua Koperasi Merah Putih Desa Ongkaw II, Susan Lumi, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Jacky Saroinsong















