KONAWE SELATAN PUBLIKATODAYS – Di usia yang baru menginjak 22 bulan, Aulya Shanum seharusnya menikmati masa-masa indah bermain, belajar berjalan lebih lincah, dan tumbuh ceria bersama teman-teman seusianya. Namun kenyataan berkata lain. Sejak masih berusia beberapa bulan, balita mungil ini justru harus akrab dengan ruang perawatan rumah sakit akibat penyakit berat yang dideritanya.
Berdasarkan keterangan kedua orang tuanya, Aulya Shanum, putri dari pasangan Arham Jaya dan Liana, didiagnosis menderita Alagille Syndrome disertai pneumonia, kondisi yang mengharuskannya menjalani pengobatan secara intensif sejak bayi.
Perjalanan panjang pengobatan Aulya dimulai dari Rumah Sakit Abunawas, Kota Kendari, tempat ia menjalani perawatan selama kurang lebih dua bulan. Karena kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif, Aulya kemudian dirujuk ke RS. Wahidin, Makassar.
Sekitar enam bulan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, tim medis kembali menyarankan agar pengobatan dilanjutkan ke rumah sakit rujukan nasional di Jakarta. Harapan baru pun muncul ketika kedua orang tuanya memutuskan membawa Aulya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakpus.
Selama kurang lebih satu tahun menjalani perawatan di Jakarta, kondisi Aulya sempat menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Namun perjuangannya belum berakhir. Hingga saat ini, menurut keluarga, Aulya masih membutuhkan donor hati sebagai salah satu upaya penyelamatan fungsi organ hatinya yang mengalami gangguan akibat penyakit tersebut.
Perjuangan panjang itu bukan hanya menguras tenaga dan emosi, tetapi juga menguras kemampuan ekonomi keluarga. Meski telah mendapatkan layanan kesehatan dan dukungan melalui fasilitas yang tersedia, kedua orang tua Aulya mengaku masih harus menanggung berbagai kebutuhan pengobatan yang tidak seluruhnya dapat ditanggung.
Harapan keluarga semakin menguat ketika pada 30 Juli 2026 Beliau yang akrab disapa ASR, datang menjenguk Aulya dan melihat langsung kondisi balita tersebut. Kunjungan itu menjadi penyemangat tersendiri bagi keluarga yang hingga kini terus berjuang demi kesembuhan putri tercinta.
Dalam konfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Arham Jaya, warga Desa Epeesi, Kecamatan Basala, Kabupaten Konawe Selatan, menjelaskan bahwa dirinya telah menyatakan kesediaan menjadi pendonor hati bagi putrinya. Namun, sesuai prosedur medis rumah sakit, ia terlebih dahulu harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan screening untuk memastikan kecocokan donor.
Menurut penuturan keluarga, salah satu tahapan yang harus dilakukan adalah pemeriksaan genetik yang sampelnya perlu diuji di laboratorium luar negeri, seperti di Korea Selatan atau Jerman. Pemeriksaan tersebut, kata mereka, belum dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga membutuhkan biaya yang mencapai puluhan juta rupiah.
“Biaya pemeriksaan genetik saja mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap Liana saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.
Di tengah perjuangan panjang tersebut, keluarga Aulya membuka pintu bagi para dermawan yang ingin membantu meringankan beban pengobatan putri mereka. Bantuan sekecil apa pun diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi Aulya.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan secara sukarela, donasi dapat dikirim melalui:
Bank BRI
Nomor Rekening: 7495 0101 3780 538
Atas Nama: LYANA. B
WhatsApp Konfirmasi: 0852 4218 2229
Di akhir perbincangan, Arham Jaya dan Liana menyampaikan rasa syukur serta terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, perhatian, dukungan moral, maupun bantuan materi kepada keluarga mereka.
“Kami hanya berharap putri kami bisa sembuh, tumbuh sehat, dan dapat menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakan dan membantu kami,” ujar keduanya.
Perjuangan Aulya Shanum menjadi pengingat bahwa di balik senyum seorang anak, terkadang tersimpan perjuangan luar biasa yang tidak semua orang melihatnya. Semoga kepedulian dan uluran tangan para dermawan dapat menjadi cahaya harapan bagi Aulya untuk terus berjuang menuju kesembuhan.
—
Oleh:
Irzan Darmawan, SH
Kabiro PublikaTodays.Com Kabupaten Konawe Selatan















