Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Uncategorized

Pengelola Tegaskan SOP Ketat, SPPG Bandung Wonosegoro 2 di Boyolali Justru Jadi Penopang Ekonomi Lokal

11
×

Pengelola Tegaskan SOP Ketat, SPPG Bandung Wonosegoro 2 di Boyolali Justru Jadi Penopang Ekonomi Lokal

Share this article

BOYOLALI, Publikatodays.com – Manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Wonosegoro 2 yang berlokasi di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, akhirnya angkat bicara meluruskan berbagai informasi yang beredar terkait operasional dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Pihak pengelola memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses produksi makanan hingga sistem pengelolaan limbah, telah dijalankan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan berlaku.

Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bandung Wonosegoro selaku pengelola, Kumaidi. Ia menegaskan bahwa pihaknya sejak awal berkomitmen penuh untuk menjaga kebersihan, kesehatan, serta kenyamanan lingkungan di sekitar area operasional SPPG.

Example 300x600

Menurutnya, aspek lingkungan menjadi perhatian serius dan tidak bisa ditawar. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang representatif di dalam kawasan SPPG. IPAL tersebut, kata dia, telah dilengkapi dengan teknologi terbaru dan pengoperasiannya dipantau secara berkala oleh tenaga ahli yang kompeten di bidang pengelolaan limbah, sehingga air hasil olahan dipastikan aman dan tidak mencemari lingkungan sebelum dialirkan.

“Kami justru sangat terbuka dan mendukung penuh adanya pengawasan dari instansi terkait, termasuk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kedatangan petugas DLH beberapa waktu lalu untuk mengambil sampel air adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari mekanisme kontrol rutin kami. Itu menjadi bukti bahwa kami ingin memastikan semua tetap sesuai regulasi dan kualitas lingkungan tetap terjaga dengan baik,” tegas perwakilan manajemen SPPG.

Di tengah isu lingkungan yang sempat mencuat, fakta di lapangan justru menunjukkan respons yang berbeda dari masyarakat sekitar. Keberadaan SPPG Bandung Wonosegoro 2 ternyata disambut positif oleh warga karena membawa dampak ekonomi yang signifikan dan dirasakan langsung.

Dengan kapasitas produksi yang mencapai 2.077 porsi makanan bergizi setiap harinya yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan 12 sekolah dan 3 desa di wilayah Kecamatan Wonosegoro, operasional dapur ini membutuhkan banyak tenaga kerja. Puluhan warga lokal pun kini terserap sebagai karyawan, baik di bagian pengolahan dan memasak, pengemasan, quality control, hingga sebagai armada pengantar makanan.

Hasil penelusuran di lapangan, sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi SPPG mengaku tidak merasakan adanya gangguan lingkungan. Kondisi lingkungan disebut tetap normal, bersih, dan aktivitas operasional SPPG tidak menimbulkan keresahan.

Selain aspek lingkungan yang terjaga, warga menilai program MBG melalui SPPG ini telah menciptakan multiplier effect yang luar biasa. Roda perekonomian warga berputar lebih cepat, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan baru, meningkatnya pendapatan keluarga, hingga tumbuhnya usaha-usaha kecil pendukung di sekitar lokasi.

Pihak pengelola pun berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu sepihak yang belum terverifikasi kebenarannya. Ke depan, SPPG Bandung Wonosegoro 2 berkomitmen untuk terus bersinergi, berkolaborasi dengan dinas teknis terkait, dan merangkul warga sekitar demi menyukseskan program nasional pemenuhan gizi serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Boyolali.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *