PEMALANG, Publikatodays.com – Insiden yang membahayakan keselamatan siswa terjadi di lingkungan SMP Negeri 2 Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sebuah operasional mobil pengangkut makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara tiba-tiba meloncat dan menabrak seorang siswa yang tengah berakhir di area parkir sekolah.
Peristiwa yang sempat membuat panik warga sekolah tersebut diduga kuat akibat kelalaian fatal dari pengemudi kendaraan operasional itu sendiri.
Berdasarkan kronologi yang berhasil dihimpun Publikatodays.com dari sejumlah sumber di lapangan, kejadian bermula saat pengemudi hendak menghidupkan mesin mobil yang terparkir di halaman sekolah usai melakukan pengiriman makanan. Namun, pengemudi tersebut lalai melakukan prosedur keselamatan dasar berkendara.
Ia langsung memutar kontak kunci dan menekan starter tanpa terlebih dahulu memeriksa posisi tuas persneling. Rupanya, transmisi kendaraan masih dalam posisi masuk gigi satu, tidak dalam keadaan netral.
Akibatnya, begitu mesin menyala, mobil langsung menghentak dan meloncat ke depan dengan kencang. Nahas, di depan mobil tersebut sedang duduk seorang siswa SMP Negeri 2 Moga. Jarak yang sangat dekat membuat siswa tersebut tidak sempat menghindar dan langsung tertabrak tubuh depan kendaraan.
“Posisi mobil itu menghadap ke tempat anak-anak duduk. Sopirnya mau stater tapi lupa kalau giginya masih masuk. Begitu di-stater langsung njundal ke depan, langsung kena anak yang lagi duduk di situ,” ungkap salah seorang sumber di lingkungan sekolah yang enggan disebutkan namanya demi menjaga privasi.
Suasana sempat gaduh. Guru dan siswa lain yang melihat kejadian tersebut langsung berlari memberikan pertolongan dan pengamanan lokasi.
Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif. Pihak sekolah bergerak cepat untuk memastikan kondisi siswanya.
Beruntung, dari hasil pemeriksaan medis yang meliputi pemeriksaan fisik menyeluruh dan foto rontgen, korban dinyatakan dalam kondisi aman dan tidak mengalami luka berat maupun patah tulang. Meski secara fisik selamat, korban dilaporkan mengalami syok dan trauma psikologis akibat kejadian yang berlangsung sangat cepat dan tiba-tiba tersebut.
Diketahui, kendaraan operasional yang terlibat dalam kejadian ini merupakan armada milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, yang memang bertugas mendistribusikan paket MBG ke sekolah-sekolah di wilayah Moga dan sekitarnya.
Insiden kelalaian ini pun menambah panjang catatan sorotan terhadap SPPG Warungpring. Pasalnya, sebelum kejadian kecelakaan ini terjadi, SPPG tersebut lebih dulu mendapat keluhan dari beberapa pihak sekolah terkait kualitas pelayanan program MBG.
“Keluhan itu macam-macam, mulai dari variasi lauk yang monoton, porsi yang dinilai tidak sesuai standar, sampai tambah kelayakan menu yang dipermasalahkan. Sekarang malah ditambah kejadian drivernya yang teledor sampai membahayakan nyawa siswa,” sumber lainnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat bagi seluruh armada dan personel program Makan Bergizi Gratis, terutama saat beroperasi di lingkungan sekolah yang merupakan area padat anak-anak.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Publikatodays.com masih terus berupaya menghubungi pihak pengelola SPPG Warungpring dan Kepala SMP Negeri 2 Moga untuk mendapatkan klarifikasi dan keterangan resmi terkait insiden penipuan tersebut serta evaluasi yang akan dilakukan ke depannya.















