PEMALANG, Publikatodays.com — Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Randudongkal, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, menjadi sorotan publik. Unit usaha peternakan sapi yang disuntik modal sebesar Rp400 juta dari Pemerintah Desa diduga gulung tikar setelah seluruh populasi ternaknya tak lagi tersisa di kandang.
Informasi yang dihimpun menunjukkan, penyertaan modal ratusan juta rupiah tersebut semula dialokasikan untuk budidaya sapi potong guna mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes). Namun, pantauan di lapangan mendapati kandang ternak kini dalam kondisi kosong.
Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa indikasi kerugian ini telah diketahui secara internal, tetapi laporan pertanggungjawabannya (LPJ) diduga belum dirampungkan.
“Tolong dikonfirmasi ke Pak Kades, apakah benar BUMDes punya usaha sapi modalnya Rp400 juta tapi sapinya sekarang sudah habis dan rugi? Katanya belum di-LPJ-kan,” ujar narasumber tersebut, Kamis 13 Agustus 2026.
Kondisi ini memicu spekulasi di tengah warga terkait tata kelola anggaran dan keberadaan aset ternak tersebut.
Demi menjaga keberimbangan berita (cover both sides), awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Desa Randudongkal, Troy Suharto, melalui pesan singkat dan panggilan telepon. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Troy Suharto belum memberikan tanggapan.
Atas temuan ini, warga berharap instansi terkait—seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Inspektorat Kabupaten Pemalang, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)—segera melakukan audit guna memastikan transparansi pengelolaan dana desa tersebut.















