Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahKecamatan Pulosari

Jangan Lengah Saat Kemarau! Camat Pulosari Ajak Warga Bergerak Bersama Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

32
×

Jangan Lengah Saat Kemarau! Camat Pulosari Ajak Warga Bergerak Bersama Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Share this article
Camat Pulosari, Arif Senoaji, S.STP., M.Si.,

PEMALANG, Publikatodays.com – Pemerintah Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, resmi meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seiring dengan masuknya musim kemarau yang ditandai dengan cuaca panas terik, kering, dan hembusan angin yang cukup kencang.

Camat Pulosari, Arif Senoaji, S.STP., M.Si., menyerukan ajakan terbuka kepada seluruh masyarakat yang ada di 12 desa di wilayah Kecamatan Pulosari untuk tidak lengah dan bersama-sama mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dini Karhutla.

Example 300x600

 

Seruan ini disampaikan bukan tanpa alasan. Secara geografis, sebagian besar wilayah Pulosari berada di kawasan dataran tinggi dan lereng Gunung Slamet yang didominasi oleh hutan negara, hutan rakyat, perkebunan, lahan kering, serta semak belukar yang sangat mudah terbakar saat kemarau. Sedikit kelalaian saja, dampaknya bisa sangat luas dan merugikan.

“Keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Kami dari pihak kecamatan mengajak seluruh warga Pulosari untuk meningkatkan kepedulian. Mari kita jaga bersama hutan dan lahan kita. Jangan sampai karena kelalaian kecil, kita menimbulkan bencana besar yang merugikan diri sendiri dan orang banyak,” tegas Arif Senoaji.

Dalam imbauannya, Camat Pulosari memaparkan secara rinci empat langkah nyata dan penting yang harus menjadi komitmen bersama seluruh warga sebagai bentuk upaya pencegahan:

1. Hentikan Kebiasaan Membakar Sampah dan Membuka Lahan Dengan Cara Dibakar

Pihak kecamatan melarang dengan tegas praktik pembakaran sampah rumah tangga secara sembarangan maupun tradisi membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara dibakar. Di saat kondisi tanah, rumput, dan dedaunan sangat kering, api sekecil apapun akan sangat cepat merambat terbawa angin dan menjadi tidak terkendali. Selain merusak lahan, asapnya juga mencemari udara dan mengganggu kesehatan.

2. Waspada Puntung Rokok, Pemicu Api Yang Sering Diabaikan

Hal sepele yang kerap menjadi penyebab utama kebakaran besar adalah puntung rokok. Camat meminta kepada para petani, pekebun, pencari rumput, maupun pengguna jalan yang melintas di area hutan dan lahan kering untuk tidak membuang puntung rokok yang masih menyala ke semak-semak, tumpukan daun kering, maupun rerumputan. Pastikan api rokok benar-benar padam total sebelum dibuang.

3. Tingkatkan Rasa Peka dan Saling Mengingatkan Antar Warga

Kewaspadaan lingkungan harus terus ditingkatkan. Masyarakat diminta untuk lebih peka terhadap potensi bahaya di sekitar tempat tinggal dan lahan garapannya. Budaya gotong royong, ronda malam, patroli lingkungan, serta saling mengingatkan jika melihat aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran harus terus digalakkan demi menjaga keselamatan bersama.

4. Lapor Cepat Jika Melihat Asap dan Api

Ini adalah poin paling krusial. Jika warga melihat tanda-tanda awal kebakaran seperti kepulan asap mencurigakan, bau terbakar, atau titik api sekecil apapun, Camat meminta agar jangan menunggu besar. Segera laporkan dengan cepat kepada Pemerintah Desa setempat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD Kabupaten Pemalang, Pemadam Kebakaran, atau langsung ke Kantor Kecamatan Pulosari. Laporan yang cepat dari warga akan sangat membantu petugas untuk melakukan penanganan dini sehingga api tidak sempat meluas.

Lebih lanjut, Arif Senoaji menjelaskan bahwa dampak dari Karhutla sangatlah fatal dan berantai. Tidak hanya menghanguskan hutan dan merusak ekosistem flora dan fauna, Karhutla juga dapat merusak kesuburan tanah, mengancam pemukiman warga, menimbulkan kabut asap yang berbahaya bagi pernapasan, serta mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Camat Pulosari kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh stakeholder, mulai dari Pemerintah Desa, TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga karang taruna untuk menjaga Pulosari tetap aman.

“Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Cegah kebakaran, tingkatkan kewaspadaan, dan segera laporkan apabila melihat tanda-tanda bahaya. Keselamatan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Dengan gerakan bersama Cegah, Waspada, Laporkan, diharapkan seluruh wilayah Kecamatan Pulosari dapat melewati musim kemarau tahun ini dengan aman, nyaman, tanpa bencana kebakaran.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *